Total Tayangan Halaman

Pages

Senin, 21 Oktober 2013

Kenakalan Remaja

Kenakalan Remaja sudah banyak kita lihat dimana-mana, seperti misalnya anak kecil yang mulai merokok, remaja yang suka kebut-kebutan di jalanan, memakai narkoba dll. Kalau kita lihat-lihat kenakalan remaja terjadi karena pergaulan, kurang pengawasan dari orang tua yang membuat anak tersebut merasa bebas membuat anak tersebut menjadi arogan. Misalnya seperti contoh berita di bawah.


Dul Sebabkan Kecelakaan Maut, Psikolog: Ortu Ikut Salah

Posted: 08/09/2013 13:00
Dul Sebabkan Kecelakaan Maut, Psikolog: Ortu Ikut Salah
(Liputan6 TV)
Liputan6.com, Jakarta : Melihat kasus yang menimpa putra bungsu musisi Ahmad Dhani bernama Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul, psikolog anak Seto Mulyadi menilai, orangtua ikut bersalah atas kasus ini. Karena secara tidak langsung, orangtua membiarkan anak melakukan pelanggaran hukum.
"Ini namanya pembiaran pelanggaran hukum. Anak seusia dia (Dul), seharusnya belum memiliki izin mengemudi. Tapi, sudah diizinkan membawa mobil sendiri," kata Kak Seto, saat diwawancarai tim Health Liputan6.com, Minggu (8/9/2013)
Di usianya yang masih terbilang sangat muda, kak Seto mengatakan, Dul seharusnya dilarang oleh orangtuanya untuk tidak mengemudikan mobil seorang diri. Dan sudah seharusnya, Dul tidak dibiarkan melakukan sesuatu yang melanggar hukum seperti ini.
"Untuk dapat mengendarai kendaraan, seseorang harus memiliki SIM. Untuk memiliki SIM, orang itu harus berusia 17 tahun. Bukan berarti juga, usia 17 tahun sudah diizinkan untuk mengendari kendaraan sendiri. Kalau memang belum dinyatakan lulus, ya jangan," tambah Kak Seto.
Secara psikologis, kak Seto menilai anak seusia Dul masih mudah terpengaruh akan sesuatu hal. Tidak hanya itu, di usia yang masih sangat belia, emosi yang timbul masih belum dapat ditangani dengan baik olehnya.
"Bila ini terjadi, bukan hanya membahayakan dirinya, tapi, berbahaya juga untuk orang lain," jelas dia.
Agar hal serupa tidak terjadi lagi, kak Seto menghimbau kepada semua orangtua untuk lebih peduli, dan tidak membiarkan anak melakukan pelanggaran hukum. Secara tidak langsung, hal seperti ini adalah contoh sederhana dari orangtua yang membiarkan anak melakukan pelanggaran hukum.

sumber : http://health.liputan6.com/read/686704/dul-sebabkan-kecelakaan-maut-psikolog-ortu-ikut-salah 

Menurut saya ada benarnya kesalahan tersebut bukan hanya kesalahan dul, orang tua juga ikut berperan atas kejadian tersebut. Terlalu memberikan kebebasan kepada anak membuat anak tersebut mengabaikan keselamatannya sendiri. Kurangnya pemberian pengetahuan akan bahaya terhadapa anak akan menyebabkan kejadian tersebut terjadi. Sebagai orang harus memberikan pengertian yang baik terhadap anaknya bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Batasan-batasan boleh diberikan kepada anak untuk di terapkan. Asal hal tersebut tidak mengekang anak tersebut supaya dia tidak melawan perintah orangtua.

Senin, 14 Oktober 2013

Kemiskinan

Angka kemiskinan & kelaparan di Indonesia sudah warning

Marieska Harya Virdhani
Selasa,  10 September 2013  −  18:07 WIB
Angka kemiskinan & kelaparan di Indonesia sudah <i>warning</i>
Ilustrasi (Ist)
Sindonews.com - The Millennium Development Goals (MDGs) yang digagas pemerintah dinilai belum tercapai secara optimal. Tak hanya itu, program Masterplan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) juga dinilai belum bisa mengentaskan angka kemiskinan dan kelaparan.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menilai angka kemiskinan secara nasional versi Badan Pusat Statistik (BPS) yakni jika biaya pengeluaran seseorang mencapai Rp259.520 di tahun 2012. Prosentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional yakni 15,10 persen di tahun 1990 dan 12,49 persen di tahun 2011.

"Padahal target MDGs tahun 2015 prosentase kemiskinan harus di bawah 7,55 persen," ujarnya kepada wartawan di Balaikota Depok, Selasa (10/09/2013).

Nur Mahmudi menambahkan Depok sendiri angka kemiskinan jauh melebih target nasional dan MDGs yakni hanya 2,46 persen. Sebab, lanjutnya, seluruh kabupaten kota dan kepala daerah di seluruh Indonesia diamanahkan untuk mengentaskan angka kemiskinan dan kelaparan.

"Karena harga barang kita untuk memenuhi 51 jenis non makanan relatif mahal. Depok hanya 2,46 persen. Target MDG's sudah kelebihan. Di Indonesia 7,55 persen. Sebab Depok dikatakan miskin jika pengeluaran per bulan yakni Rp413 ribu," katanya.

Sementara terkait dengan angka kelaparan, tingkat konsumsi yang mencapai minimum yakni 1.400 kilo kalori per kapita per hari pada tahun 1990 atau 17 persen, dan tahun 2011 yakni 14,65 persen, masih jauh dari target MDGs 8,50 persen tahun 2015. Artinya, angka kemiskinan dan kelaparan masih ditemukan dan belum bisa mencapai target.

"Kita masih menemukan ada orang yang sangat kelaparan. Target tahun 2015, hanya 8,15 persen. Artinya Indonesia yang diamanahkan negara-negara MDGs dalam hal penanganan lingkungan hidup, kesehatan, kemiskinan, dan kelaparan, Indonesia sudah warning, sudah kena lampu kuning, kalau tak bekerja keras. Ini semua akan saya sampaikan dalam rakornas di Bali, Kamis (12/9/2013)," tutupnya.

sumber :
http://nasional.sindonews.com/read/2013/09/10/15/781481/angka-kemiskinan-kelaparan-di-indonesia-sudah-warning


Menurut Pendapat saya :
 Kemiskinan di indonesia ini sangat sulit untuk diatasi dilihat dari angka peningkatan setiap  tahunnya. mengapa angka kemiskinan terus bertambah?menurut saya karena kurang pedulinya masyarakat dengan hidup mereka. tidak mengikuti program KB dan kurang peduli akan pendidikan. adanya juga mungkin yang ingin bersekolah tapi terganggu  karena faktor ekonomu. kurangnya sekolah gratis untuk masyarakat miskin membuat rakyat ini semakin memburuk. ada juga yang telah bersekolah dengan gratis tetapi tidak di manfaatkan dengan baik. Maka kesadaran dari masyarakat pun harus di tingkatkan agar kemiskinan bisa diatasi atau setidaknya berkurang.

Senin, 07 Oktober 2013

Kemacetan

     Kalau kita bicarakan kemacetan di indonesia mungkin tidak ada habis-habisnya, sekarang ini sudah banyak terjadi kemacetan dimana-mana. Masalah sosial ini sangat sulit di atasi karena kurangnya kesadaran dari masyarakat juga dan juga harga kendaraan bermotor yang sangat terjangkau membuat orang-orang berbondong-bondong membeli kendaraan bermotor. Mengapa kemacetan di sebut masalah sosial? karena itu terjadi juga karena kurang disiplinnya para pengendara dan sikap kurang saling menghargai satu sama lain.
     Kalau kita lihat-lihat banyak orang-orang yang sering melanggar rambu lalu lintas dan melewati jalan yang berlawanan itu sudah menunjukan kurang disiplinnya para pengendara dan juga parkir sembarangan di pinggir jalan itu sangat menggangu dan membuat jalan menjadi tersendat terutama kendaraan umum yang suka berhenti sembarangan saya juga merasakan sangat mengganggu perilaku tersebut. Tanpa peduli ada mobil di kanan atau kirinya angkutan umum langsung berhenti ketika melihat orang di pinggir jalan. hal tersebut juga dapat menyebakan rawannya kecelakaan.
    



Untuk mengatasi kemacetan kita haru mulai dari diri sendiri kita harus mendisplinkan diri kita agar mengurangi kemacetan yang ada. karena kita tidak bisa mengubah perilaku orang lain kita hanya bisa memberikan nasihat itupun jika orang tersebut mau mendengarkan. Jadi mulai lah yang baik dari diri sendiri.