TEMPO.CO, Bima -Seorang pria mengamuk dan membacok seorang bayi berusia 1 tahun 3 bulan bernama Iman Anhar, warga RT 20 Dusun Woro, Desa Parado Wane Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 11 Januari 2014. Bayi naas itu tewas dan pelakunya, kini kritis, karena dikeroyok warga.
Pelaku yang diketahui bernama Supratman, 29 tahun, itu diduga mencari ayah korban bernama Anhar. Ketika orang yang dicari tidak ditemukan, pelaku melampiaskan kemarahan dengan membacok bocah mungil tersebut.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kabupaten Bima Inspektur Satu Muhammad Yamin mengatakan, usai membunuh bayi, pelaku langsung dikeroyok warga. "Pelakunya kami tahan, dan kini kritis dan dibawa ke rumah sakit," kata Yamin di Markas Polres Bima, Sabtu 11 januari 2013.
Menurut Yamin, Supratman mencari ayah korban karena dendam pertikaian di sebuah organ tunggal. Polisi juga sudah menahan Iman untuk penyelidikan kasus.
Sementara itu pelaku yang kritis ketika di temui TEMPO di Rumah sakit Umum Daerah Bima, mengalami luka yang cukup parah dan harus menjalani operasi penyambungan kembali tangannya yang nyaris putus
sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/01/12/058544088/Dua-Pria-Berselisih-Satu-Bayi-Mati-di-Tengah.
Kejadian ini termasuk kekerasan terhadap anak di bawah umur, kekejaman yang dilakukan karena dendam ini semestinya tidak terjadi. hal ini sangat kejam, sebagai manusia yang berakal semestinya dia tidak hal tersebut. Hal ini terjadi karena masalah yang terjadi anatara orang tua dan pelaku tetapi bisa membunuh orang tidak bersalah. semestinya kalau ada masalah harus di bicarakan baik-baik dan bila memang ada masalah jangan kalah dengan nafsu harus lebih sabar. ini membuktikan ajaran agama pun kurang semestinya rasa sabar dan saling memaafkan harus di pupuk sejaka dini agar kejadian ini tidak terjadi lagi.
0 komentar:
Posting Komentar