Total Tayangan Halaman

Pages

Selasa, 24 Juni 2014

Manusia dan Tanggung Jawab



Apa Itu Tanggung Jawab?

Dimulai waktu saya masih kecil saat melakukan sesuatu hal yang nakal/salah teman-teman saya selalu bilang “ayo loh tanggung jawab”. Habis itu saya malah menangis dan tak tau harus bagaimana, apa itu tanggung jawab? Sudah pasti bukan, Tanggung jawab itu adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb). Sesuai berjalannya waktu saya mulai mengerti apa itu tanggung jawab. Walaupun sekarang ini terkadang saya tidak bertanggung jawab akan sesuatu hal. Tetapi dalam banyak hal sayapun bertanggung jawab.

Sesuai bertambahnya umur tanggung jawab semakin besar, bukan hanya tanggung jawab untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain juga. Terkadang sulit bertanggung jawab untuk diri sendiri saja sudah sulit apa lagi menanggung tanggungan yang lain. Tanggung jawab tetap harus dilakukan karena hal itu bersifat wajib.  Contoh tanggung jawab saya sebagai anak adalah mematuhi perintah orang tua dan mematuhinya. Itu adalah contoh kecil hanya dalam lingkungan keluarga, masih banyak tanggung jawab lain yang harus dilakukan selain dalam lingkungan keluarga, Di lingkungan sosial pun ada. Apalagi tanggung jawab untuk diri sendiri. Itu wajib kita lakukan untuk masa depan yang baik. Dengan kita bertanggung jawab untuk diri sendiri kita sadar belajar tekun, berbuat baik, hal itu adalah untuk masa depan kita sendiri. Sehingga apa yang di perjuangkan akan tercapai.

Macam-macam Tanggung Jawab

Tanggung jawab ada macam-macam sesuai dengan yang saya katakan diatas. Macam tanggung jawab sebagai berikut :

1.Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2. Tanggung jawab kepada keluarga
3. Tanggung jawab kepada Tuhan yang maha esa
4. Tanggung jawab kepada masyarakat

Sebagian sudah saya jelaskan, seperti tadi tanggung jawab terhadapa diri sendiri merupakan t anggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Dengan tanggung jawab tersebut kita menjadi manusia yang dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan dapat maju dalam hal kita lakukan. Karena hal tersebut kita lakukan dengan penuh kesadaran dan semangat.

Lalu ada tanggung jawab kepada keluarga kita mematuhi perkataan orang tua, mematuhi orang tua, selalu menurut kepada orang tua itu merupakan tanggung jawab kita dikeluarga. Dengan melakukan itu semua kita bias sekaligus bertanggung jawab kepada tuhan yang maha esa (Allah). Karena membahagiakan keluarga terutama orang tua adalah perintah dari Allah dan pahalanya sangat besar. Dengan kesadaran kita bertanggung jawab kepada Allah kita menjadi orang yang rendah diri. Hal ini bisa kita jadikan dasar untuk bertanggung jawab juga kepada masyarakat. Tenggang rasa, tidak egois akan mempermudah kita melakukan tanggung jawab kepada masyarakat. Contoh kecilnya jaga lingkungan tempat tinggal kita. Hal kecil juga selain kita bertanggung jawab kepada masyarakat juga lingkungan dan udara menjadi bersih. Kita juga nyaman tinggal ditempat tersebut. Dari tanggung jawab akan timbul hal-hal yang baik.

Pengabdian dan Pengorbanan

Dari tanggung jawab yang kita lakukan akan timbul pengabdian dan pengorbanan. Mengapa demikian? Karena dengan tanggung jawab kita melakukan hal tersebut dengan teguh dan sungguh-sungguh. Seperti saat kita bekerja, kita bertanggung jawab kepada pekerjaan, mengabdi kepada perusahaan dan melakukan sesuatu dengan penuh pengorbanan. Sedikit penjelasan pengabdian dan pengorbanan, yaitu :

1.Pengabdian

Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Dengan pengabdian kita bertanggung jawab menjaga dengan baik yang telah kita kerjakan. Dengan penuh sungguh-sungguh tanpa kenal lelah melakukan apa yang menjadi hal wajib kita lakukan seperti pada keluarga kita menjaga orang tua dengan baik dan pada pertemanan saling membantu satu sama lain itu merupakan tanggung jawab kita sebagai teman. Dengan pengabdian ada tanggung jawab.

2.Pengorbanan

Dalam melakukan hal pengorbanan pasti ada, dalam hidup kita selalu berkorban seperti kita bertanggung jawab belajar sebagai siswa, kita harus belajar sampai terkadang waktu bermain kita tersita untuk belajar. Itu tidak masalah karena itu merupakan pengorbanan kita untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah kita pilih. Bertanggung jawab akan cita-cita kita. Oleh karena itu pasti dalam tanggung jawab ada pengorbanan. Semakin besar tanggung jawab semakin besar pengorbanan yang kita lakukan.

Kesimpulan

Sebagai manusia kita harus bertanggung jawab dengan banyak hal bukan hanya bertanggung jawab diri sendiri tetapi tanggung jawab keluarga, tuhan dan masyarakat harus kita lakukan. Dalam suatu pekerjaan yang kita abdikan ada tanggung jawab dan ada pengorbanan yang akan kita lakukan. Semakin besar tanggung jawab semakin besar pengorbanan tapi hasil yang akan kita dapat akan besar juga.

Sumber :
Buku IBD Gunadarma Bab IX Manusia dan Tanggung jawab

Selasa, 17 Juni 2014

Manusia dan Pandangan Hidup


Pengertian Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Begitu juga saya memiliki pandangan hidup sendiri. Pandangan hidup itu sendiri adalah sesuatu hal yang kita buat sebagai sebuah pedoman untuk menjalani hidup. Dengan begitu hidup menjadi lebih terarah dengan pandangan hidup yang menjadikan prinsip untuk kita menjalani keseharian. Pandangan hidup terbentuk dari proses perjalanan hidup kita, hasil dari proses tersebut dapat mengarahkan kepada suatu hal yang baik bagi diri sendiri dan tidak terpengaruh dengan apa pendapat orang lain. Karena pandangan hidup yang kita punya adalah pedoman hidup kita yang diyakini itu adalah benar.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam.
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yakni pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Mungkin pandangan hidup saya ambil dari point ke 1 dan 3, pandangan hidup saya adalah berbuat baik kepada orang lain dan menjalanin hidup dengan apa adanya. Saya yakin dengan berbuat baik saya akan mendapatkan hal baik suatu saat nanti. Hidup saya sendiri kadang terasa sulit tetapi dengan hidup apa adanya seperti ini beban hidup terasa lebih ringan untuk di lalui. Tidak saya sangkal dengan adanya pandangan hidup ini. Bukan berarti pandangan hidup saya yang sederhana ini tidak membantu saya dalam meraih cita-cita. Cita-cita saya di perkuat dengan fondasi yaitu pandangan hidup saya. Cita-cita saya yang paling sederhana adalah ingin selalu bisa membahagiakan keluarga saya. Saya menjalani hidup dengan memegang hal tersebut.Sekarang ini saya hanya bisa member kebahagian kepada keluarga saya hanya sedikit tapi suatu saat saya harap saya bisa membahagiakan mereka lebih baik dari sekarang.
Jika bicara cita-cita pasti kita akan berusaha untuk mendapatkannya, usaha yang sangat keras pasti akan kita lakukan dan yakin pasti akan bisa dilakukan.

Cita-Cita
Cita-cita adalah sesuatu impian yang ingin kita raih, dari bermimpi itu kita akan menjadi sesuatu yang kita impikan. Bisa dalam perkerjaan yang kita impikan bisa dalam diri kita sendiri kita mengharapkan suatu perubahan dan bisa dalam hal-hal tertentu. Cita-cita baik kecil maupun besar itu akan berarti dalam kehidupan kita. Karena cita-cita hidup lebih berghairah karena kita punya tujuan hidup untuk kita capai, dengan cita-cita kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan adanya keyakinan apa yang kita tuju akan tercapai. Dengan demikian hidup ini akan lebih berarti.

Usaha/Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah suatu tindakan yang kita lakukan untuk meraih cita-cita yang ingin kita capai. Manusia hidup pasti akan berusaha untuk memenuhi apa saja keinginannya. Seperti saya untuk menjadi apa yang saya inginkan saya berusaha dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh tapi terkadang memang terasa malas tetapi dengan bantuan dari keluarga saya dan juga teman-teman. Hidup saya terasa lebih ringan, malas terasa hilang terganti dengan kesenangan. Cita-cita dengan dukungan dari keluarga dan teman akan lebih mudah untuk saya mencapainya karena saya lebih semangat untuk meraihnya. Manusia mempunyai emosi terkadang tanpa dukungan itu saya merasa sedih, malas dan lain-lain. Usaha saya akan lebih keras dengan dorongan-dorongan dari orang-orang disekitar saya. Sehingga membuat saya lebih yakin untuk meraihnya.

Keyakinan/Kepercayaan
Keyakinan adalah sesuatu hal yang kita tahu bahawa hal itu adalah sesuatu yang benar. Dalam kehidupan dengan keyakinan kita melakukan sesuatu dengan percaya diri yang tinggi sehingga yang kita lakukan menjadi baik dan bahkan bisa sangat memuaskan baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Keyakinan wajib kita tanamkan dalam diri kita sendiri karena keyakinan adalah sesuatu yang harus kita punya dalam hidup seperti kita yakin kepada kepercayaan masing-masing yang sudah kita punya sejak kita lahir. Sehingga kita berdoa bersyukur dan ada rasa rendah diri dan tidak sombong. Mau membantu orang lain dan baik hati. Seperti itulah keyakinan. Dalam melakukan suatu hal sendiri keyakinan juga harus ada selain yakin terhadapat allah saya yakin terhadap diri sendiri, jika saya tidak yakin terhadap diri saya sendiri saya akan melakukan sesuatu dengan ragu-ragu dan hasilnya tidak akan baik.

Kebajikan
Dengan adanya keyakinan akan sesuatu yang benar maka akan timbul kebajikan atau kebaikan didalamnya. Manusia pada kodratnya adalah baik, maka dari itu dengan di tambah keyakinan bahwa yang kita lakukan itu adalah sesuatu yang benar maka kita akan yakin melakukan hal yang baik. Melakukan kebajikan bukan berarti harus menjadi pahlawan menyelamatkan orang-orang dari makhluk asing. Sederhana saja dalam keluarga kita melakukan kebajikan dengan cara membahagiakan orang tua, dan dalam berhubungan social kita saling membantu untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan tercapai semua merasa senang kebaikanlah yang kita dapat.

Kesimpulan
Dalam melakukan suatu hal kita harus berusaha dengan sebaik-baiknya, harus yakin itu akan tercapai. Walaupun begitu kita harus meraih sesuatu itu dengan cara yang benar/cara yang baik. Kita harus memiliki cita-cita sedini mungkin karena dengan begitu kita akan berusaha sebaik-baiknya dalam hidup. Kita punya tujuan apa yang akan kita lakukan dimasa depan.

Kamis, 12 Juni 2014

Manusia dan Keadilan


A. Pengertian Keadilan

Keadilan adalah keadaan yang tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada hal yang benar,tidak sewenang-wenang yang berarti keadilan itu adalah semua hal yang berkenaan dengan sikap dan tindakan dalam hubungan antar manusia, memperlakukan sesame sesuai hak dan kewajibannya dan tidak pilih kasih. Keadilan itu harus di terapkan dimana saja dan kapan saja, karena setiap manusia berhak mendapat keadilan bisa dia orang baik maupun orang jahat tetapi sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku. Karena kita tinggal di negara hukum. Keadilan bukan hanya tentang kejahatan dalam kehidupan sehari-hari juga kita terapkan keadilan, dalam keluarga, pertemanan harus ada keadilan agar kehidupan nyaman tidak ada yang merasa hak dan kewajibannya tidak dihargai. Dibawah ini adalah berita yang saya akan ulas tentang keadilan.

Sedikit berita tentang numpang ngecharge

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (Aperssi) Aguswandi  Tanjung (57) terancam dipenjara gara-gara men-charge di ruang publik di Apartemen ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat.
Aguswandi dituduh mencuri listrik karena men-charge telepon genggamnya di ruang publik di Mal/Apartemen ITC Roxy Mas. Dia terpaksa numpang ngecharge di tempat tersebut lantaran listrik ke unitnya telah diputus oleh pengelola apartemen. Pemutusan itu buntut dari perseteruan Aguswandi dengan pengelola gedung.
Aguswandi ditangkap aparat Polsektro Gambir, Jakarta Pusat, 8 September 2009 pukul 23.00. Dia lalu dijebloskan ke balik jeruji besi dan hingga kemarin masih meringkuk di sana. Aguswandi lantas mempraperadilankan Polsektro Gambir. Sidang praperadilan digelar Senin (26/10) siang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hasilnya, hakim membenarkan penangkapan Aguswandi.
Kita bisa kaitkan dengan kasus yang menimpa aguswandi kalau kita lihat tidak dari segi hukum hal ini tidak logis terjadi karena itu masih lingkungan tempat tinggalnya sendiri, dia membayar untuk apartement yang dia tinggali dengan harga yang tidak murah. Listrik dipadamkan karena masalah sebelumnya itu sudah melanggar hak dari aguswandi. Tidak ada saling menghargai sampai listrikpun di ruang public dijadikan masalah, public itu artinya umum. Setidaknya kalau memang tidak boleh cukup menegur pasti aguswandi tidak akan mengulanginya. Kalau kita pikir-pikir sangat tidak beralasan dan sangat tidak pantas.Bisa kita lihat sebelumnya Antara aguswandi dan pengelola ada masalah. Apakah itu adil? Kita bisa lihat sendiri ini asil atau tidak.
B. Keadilan Sosial
     Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila, berbunyi : "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".
keadilan sosial itu, di perinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk , yakni :

1.Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.Sikap adil terhadap sesama   ,menjaga keseimbangan Antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
4.Sikap suka bekerja keras.
5.Sikap menghargai hasil  karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Keadilan itu harus ditegakkan, saling menghargai, menolong dan menghargai itu kunci kehidupan yang baik. Keadilan sosial menurut saya keadilan antar sesama tidak ada diskriminasi, tidak saling acuh, adanya sikap saling peduli dan menghargai hak dan kewajiban setiap orang.l

C. Kejujuran

 Kejujuran adalah perkataan atau perbuatan yang benar sesuai hati nurani tidak ada kebohongan. Dalam kasus aguswandi sudah terdapat ketidak jujuran, mungkin pihak pengelola masih kesal karena masalah Antara mereka. Gambaran kecil masalah yang terjadi seperti dibawah ini :

konflik antara pengelola dan penghuni apartemen meliputi beberapa hal, di antaranya perubahan kepemilikian dan/atau penguasaan benda bersama dan bagian bersama pada Apartemen ITC Roxy Mas oleh PT Duta Pertiwi tanpa seizin penghuni serta perpanjangan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Apartemen ITC Roxy Mas menjadi atas nama PT Duta Pertiwi Tbk. Sebelumnya, apartemen itu berstatus strata title (setiap penghuni apartemen memiliki hak yang sama atas tanah lokasi apartemen).
Selain itu, Aguswandi dkk juga menolak kenaikan Maya pengelolaan gedung atau service charge dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.200 per meter persegi (apartemen) dan dari Rp 41.500 menjadi Rp 52.000 per meter persegi (kios). Agus menganggap penaikan itu keputusan sepihak dari pengelola. Penolakan ini ditanggapi dengan pemutusan aliran listrik ke kios milik Aguswandi dkk.
Maka tindakan pengelola sangat tidak baik dan juga aguswandi mengecash di ruang public atau ruang umum. Berati dapat digunakan oleh umum atau yang memiliki apartement disana. Karena emosi bisa menyebabkan masalah menjadi panjang.

D.Kecurangan

Kecurangan identik dengan ketidak jujuran, Curang itu perkataan atau perrbuatan yang tidak sesai hati nurani dan bisa memperoleh keuntungan dan keinginan dengan cara yang tidak baik. Kecurangan adalah perbuatan yang tidak baik dilakukan karena dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri dan orang lain. Pada akhirnya kebenaran akan terungkap dan kecurangan tidak akan bertahan lama.

E.Kesimpulan

Keadilan pasti akan didapatkan dengan usaha yang keras pada akhirnya aguswandi dibebaskan setelah masa tahanan sementaranya selama 88 hari dari segala tuntutan karena tidak terbukti melakukan pelanggaran tersebut. Jadi keadilan itu akan kita dapat jika ada usaha yang keras dan tidak kenal lelah. Hak-hak seseorang harus dihargai agar tidak terjadi kesalahan seperti kasus ini.

Referensi :

1. Buku Ilmu Budaya Dasar Gunadarma : Bab 7 : Manusia dan Keadilan