Total Tayangan Halaman

Pages

Rabu, 26 Maret 2014

Menganalisa Karya Sastra Puisi


A.PENDEKATAN KESUSASTRAAN

Secara umum, karya sastra dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu: puisi, prosa dan drama. Kata puisi berasal dari bahasa Yunani yakni kata poites yang berarti pembuat, pembangun dan pembentuk. Sedangkan dalam bahasa Latin yakni kata poeta yang berarti menyair, menyebabkan, menimbulkan dan membangun.  Pengertian Puisi didefinisikan menjadi hasil seni sastra yang penyusunan kata-katanya sesuai syarat tertentu dengan menggunakan sajak, irama ataupun makna kiasan. Selain itu, Pengertian Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata, irama dan rima sebagai media penyampaian untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran penyair, menciptakan ilusi dan imajinasi serta dapat diubah dalam bentuk bahasa yang memiliki kesan yang mendalam. Dalam puisi, keindahan ilusi dan penataan unsur bunyi merupakan gambaran gagasan oleh penyair.

berikut pengertian puisi yang dikemukakan para ahli sastra. Menurut James Reeves, puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat. Herbet Spencer menyatakan bahwa puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindaha dan masih banyak pendapat para ahli lainnya.

syarat untuk dapat mengapresiasi karya sastra adalah kepekaan bathin terhadap nilai nilai karya sastra sehingga seseorang dapat mengenal, memahami, menafsirkan, menghayati, dan menikati karya sastra tersebut. Untuk mengapresiasi puisi, kita harus mengenal hakikat puisi, yaitu tema, nada dan suasana, perasaan, serta amanat puisi tersebut.

B.HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN PUISI

Puisi dapat menyebabkan mahasiswa memiliki kesadaran yang penting untuk melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan masyarakat.
Seiring membaca dan mendiskusikan hasil karya sastra / puisi dengan bimbingan dosen yang bijaksana dan matang,membuat mereka dapat berkembang untuk tidak saja mengerti terhadap diri mereka masing-masing dan hubungan dengan masyarakat tempat mereka hidup,tetapi juga terhadap keahlian dan kearifan senimannya.

Puisi terdapat 2 jenis yaitu puisi lama dan baru,yang termasuk dalam puisi lama,yaitu:
  1. Dongeng-dongeng
  2. Hikayat
  3. Sejarah
  4. Epos
  5. Cerita pelipur lara
Ciri-ciri puisi lama, yaitu :
  1. Pengarangnya (anonim) tidak diketahui
  2. Terikat jumlah baris, rima, dan irama
  3. Berkembang menjadi kesusastraan lisan
  4. Gaya bahasa yang tetap (statis) dan klise
  5. Isinya tentang istanasentris dan fantastis
Dan yang termasuk puisi baru, yaitu :
  1. Cerita pendek
  2. Roman/novel
  3. Biografi
  4. Kisah
  5. Otobiografi
Ciri-ciri puisi baru,yaitu :
  1. Pengarangnya diketahui
  2. Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama
  3. Berkembang secara tertulis maupun lisan
  4. Gaya bahasa yang berubah-ubah (dinamis)
  5. Isinya tentang kehidupan
C.NILAI-NILAI DALAM PUISI
 
Beberapa nilai yang terkandung dalam karya satra adalah sebagai berikut :

1.   Nilai Kesenangan
Pembaca mendapat pengalaman atas peristiwa atau kejadian yang dikisahkan dan dapat berimajinasi untuk mengenal daerah atau tempat asing yang belum dikunjungi atau mengenal tokoh – tokoh aneh atau asing tingkah lakunya atau rumit perjalanan hidupnya.

2. Memberikan Informasi
tentang kehidupan masa lalu, masa kini, bahkan masa yang akan datang atau asing yang dihasilkan dabuah piki penyair atau pengarang bisa dari kejadian yang dialami penyair atau fantasi dari si penyair tersebut.

3.   Keseimbangan Wawasan
Dapat memperluas dan memperdalam persepsi dan wawasannya tentang tokoh, kehidupan manusia sehingga akan terbentuk keseimbangan, terutama menghadapi kenyataan di luar dirinya yang mungkin berlainan dengan pribadinya.

D.ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari sebuah kesenian dan unsur dari kebudayaan. Jadi puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa artistik atau estetik, yang secara padu dan utuh. Kepuitisan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
  • Figura bahasa
  • Kata-kata yang ambiquitas
  • Kata-kata yang mengandung suasana tertentu dalam setiap kata-katanya
  • Kata-kata bukan makna sebenarnya
Berikut ini puisi berjudul kerendahan hati oleh taufik ismail :

kerendahan hati
Oleh : Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Dalam puisi tersebut mengartikan kita ini bukanlah orang yang sesuai dengan orang lain kita haruslah menjadi jadilah diri sendiri yang baik dan rendah hati.Karena kita tidak bisa menjadi orang lain. Kita-Kita ya kita-kita bukan kamu atau orang lain.Jadilah diri sendiri yang rendah hati, tidak semua orang dapat menjadi pemimpin adakalanya juga bisa menjadi orang biasa tetapi bukan berarti kita orang yang biasa tetapi tidak ada manfaat bagi orang lain. Jadilah diri sendiri yang bermanfaat bagi orang lain.
Sumber :
      4.      http://nesaci.com/pengertian-kesusastraan-dan-jenis-jenis-kesusastra.
5.   http://www.jendelasastra.com/karya/puisi/kerendahan-hati-puisi-oleh-taufik-ismail



0 komentar:

Posting Komentar