Total Tayangan Halaman

Pages

Rabu, 27 November 2013

Aliran Sesat


Seribuan warga Kota Banda Aceh dari berbagai elemen saat demonstrasi di kantor gubernur Aceh dan kantor DPR Aceh, Kamis (7/4/2011). Mereka menuntut pemerintahan Aceh menindak penyebaran aliran sesat di propinsi yang sudah menegakkan syariat islam ini. | K12-11
MEDAN, KOMPAS.com — Sejumlah warga dari berbagai daerah di Sumatera Utara mengaku kehilangan anaknya dalam beberapa tahun terakhir karena diduga terlibat dalam aliran sesat.
Khudri Ahmad, warga Tanjung Gading, Kabupaten Batubara, mengatakan kepada wartawan di Medan, Selasa (26/4/2011) malam, bahwa anaknya yang bernama Deyulanti (25) hilang sejak 26 Maret 2009.
Anaknya yang merupakan alumnus Universitas Sumatera Utara (USU) itu tidak pernah kembali sejak mengikuti sebuah kelompok pengajian yang tidak diketahui.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, terdapat sembilan orangtua lainnya yang juga mengaku kehilangan anak karena mengikuti aliran tersebut. "Sementara ini, ada 10 orang yang mengaku kehilangan anaknya," kata Khudri.
Khudri mengaku pernah mendapatkan informasi mengenai keberadaan anaknya di Langsa, Aceh, pada November 2009 sehingga ia menyusul ke daerah itu dengan beberapa anggota keluarganya.
Meski tidak berhasil menemukan anaknya, Khudri yakin bahwa putrinya itu mengikuti aliran yang berada di Langsa tersebut karena mendapatkan pakaian dan kartu tanda penduduk.
Namun, teman-temannya yang berada di tempat itu tidak bersedia memberitahukan keberadaan Deyulanti, anaknya, meski didesak pihak keluarga. "Mereka tertutup sekali, lalu memberikan jawaban yang asal-asalan," katanya.
Pihaknya pernah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI Sumut) yang menyebutkan bahwa kemungkinan aliran sesat itu bernama "Alhaq" dan "Alhijrah".
Namun, jika dilihat dari cara perekrutan dan perilaku anak-anak yang hilang itu, pihaknya melihat ada kesamaan dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). "Ciri-cirinya hampir sama," katanya.
Pihaknya juga telah melaporkan hal tersebut ke Mapolda Sumut. "Namun belum ada hasilnya sampai sekarang," kata Khudri.
Dalam memberikan keterangan itu, Khudri Ahmad didampingi sejumlah orangtua lain yang juga mengaku kehilangan anak mereka karena diduga mengikuti aliran sesat tersebut.
Nama sembilan wanita lain yang hilang itu pertama adalah Nurhidayah (23), alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, anak dari Bachtiar, warga Jalan Pelita IV Medan. Nurhidayah hilang sejak 24 Desember 2008.

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/04/26/23492021/10.Orang.Hilang.Diduga.Ikut.Aliran.Sesat

Kalau bicara aliran sesat mungkin kita ketahui sudah banyak berita dimana-mana,didaerah saya sendiri juga ada yang seperti itu. mengapa bisa orang tersebut terkena aliran-aliran seperti itu? menurut saya itu karena kurangnya keyakinan akan tuhan.Kita harus selalu memegag teguh agama yang kita jalani ini. Agar tidak terpengaruh hal tersebut. Dan jika ada orang asing sebaiknya jangan terlalu akrab, orang-orang aliran tersebut mengerti cara mencuci otak kita agar menurut dengan apa yang mereka katakan. Kita harus berhati-hati agar terhindar dari ajaran-ajaran sesat tersebut.

Jumat, 15 November 2013

Pencurian


Empat spesialis pencuri barang elektronik di mal dibekuk polisi

Reporter : Al Amin | Jumat, 15 November 2013 14:34

Empat spesialis pencuri barang elektronik di mal dibekuk polisi
pencuri di Mal Season City. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
 
Merdeka.com - Kepolisian Sektor Metro Tambora meringkus empat orang komplotan spesialis pencurian peralatan komputer di Season City Mall, Lantai LG Blok A7 No.05, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Keempat tersangka, Sopian Hadi alias Apang (34), Sanusi alias Uci (29), Saiman alias Man (34), dan Asikin alias Ikin (34) ditangkap setelah aksi mereka terekam kamera CCTV.

"Aksi pencurian pelaku terekam CCTV mal," kata Kapolsektro Tambora Kompol Deddy Tabrani saat melakukan rekontruksi, Jumat (15/11).

Deddy menjelaskan, selain terekam CCTV mal, wajah salah satu pelaku, Saiman juga terekam kamera CCTV yang berada di parkiran motor. Setelah melakukan pemeriksaan para saksi, tersangka ditangkap di rumah kontrakannya di Jl. Tomang Tinggi, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Rabu (13/11) malam.

Sementara, tiga tersangka lain ditangkap di tempat berbeda. Sopian Hadi alias Apang ditangkap tak jauh dari kontrakan Saiman, dan Asikin ditangkap di Jatipulo. Terakhir Sanusi ditangkap di sekitar Pasar Baros, Pandeglang-Banten.

Aksi pencurian komplotan ini terjadi dua hari di toko yang sama. Aksi perdana keempatnya dilakukan pada Jumat (11/10) sekitar pukul 10.15 WIB. Aksi kedua pada Sabtu (12/10), pukul 10.30 WIB.

"Peristiwa itu sendiri diketahui lusa kemudian, Senin (14/10) oleh pemilik toko Frenky Effendy," ujar Denny.

Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian total sebesar Rp 18 juta. Dari tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi B 6851 CMI, dan A 4178 VU, satu speaker merek Deluxe, dan satu buah kunci letter T.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sumber : http://www.merdeka.com/jakarta/empat-spesialis-pencuri-barang-elektronik-di-mal-dibekuk-polisi.html
 

Menurut saya banyaknya terjadi pencurian karena kurangnya lapangan kerja yang layak dan harga melambung yang cukup tinggi dan juga bisa terjadi karena biaya pendidikan yang mahal atau kurangnya sekolah di pedesaan-pedesaan. Harga yang melambung tinggi tapi tidak disertai ekonomi yang cukup membuat manusia berfikir mencari jalan mudah untuk mendapatkan uang atau barang yang dia inginkan.
Sebaiknya lapangan pekerjaan lebih di perbanyak lagi agar pengangguran di indonesia semakin berkurang dan kejahatan juga akan berkurang.

 

Minggu, 03 November 2013

Pengangguran

Sekarang ini sudah banyak pengangguran terjadi karena kurangnya lapangan kerja di indonesia dan kurangnya wawasan. Hal tersebut menimbulkan sulitnya mencari pekerjaan di indonesia terutama sekarang ini sudah banyak perusahan di monopoli oleh orang-orang asing. Ada berita menarik yang termasuk solusi untuk menanggulangi pengangguran di indonesia. Beritanya sebagai berikut.

1.500 Sarjana Akan Dikirim ke Pedesaan

1.500 Sarjana Akan Dikirim ke Pedesaan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. TEMPO/Dasril Roszandi
Foto Terkait
Ramai-ramai Mencari Kerja
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengurangi tingkat pengangguran daerah dengan mengirim 1.520 orang Tenaga Kerja Sarjana ke pedesaan yang tersebar di 33 provinsi. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, mereka ditugaskan untuk mendampingi kelompok usaha binaan di desa.

"Tahun 2014 Kemnakertrans menargetkan untuk menugaskan sebanyak 1.600 orang," kata Muhaimin melalui siaran pers yang diterima, Ahad, 1 September 2013. Jumlah sarjana yang ditempatkan di setiap provinsi bervariasi antara 20 sampai 60 orang. Setiap sarjana harus membina satu-dua kelompok yang beranggotakan 10 orang.

Sasaran pendampingan, kata Muhaimin, diprioritaskan bagi kelompok yang berusia muda. Muhaimin berharap langkah ini menciptakan kesempatan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di perkotaan dan pedesaan.

Muhaimin mengatakan pengiriman sarjana pendamping ke daerah pedesaan dilakukan mengingat banyaknya pengangguran di daerah. Langkah ini juga mencegah adanya urbanisasi di kota-kota besar.

"Diharapkan mampu membentuk usaha mandiri, baik perseorangan maupun berkelompok," ujar Muhaimin. Pemerintah mentargetkan satu juta kesempatan kerja dari program ini.

SUNDARI

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/09/01/173509214/1500-Sarjana-Akan-Dikirim-ke-Pedesaan


Hal tersebut sangat menarik, cara ini termasuk cara yang cukup efektif untuk menanggulangi pengangguran di indonesia sekaligus mengurangi kepadatan penduduk di daerah-daerah yang cukup padat. Ada baiknya setiap tahun diadakan program seperti ini agar mengurangi pengangguran di indoneia.