Total Tayangan Halaman

Pages

Minggu, 19 Oktober 2014

Resume Tugas Teori Organisaasi Umum (Kelompok 2)

Konflik Dalam Organisasi


Konflik adalah bagian dari kehidupan berorganisasi, pasti didalam organisasi akan ada konflik yang terjadi. Konflik ini tidak dapat dihindari, konflik-konflik ini bisa terjadi karena individu dengan individu, individu dengan individu dan kelompok dengan kelompok.

Konflik dalam organisasi ada untung dan ruginya, dari konflik organisasi dapat berkembang dengan baik jika tidak ada konflik maka organisasi tersebut progressnya hanya jalan di tempat saja atau hanya begitu-begitu saja.
Konflik dapat timbul karena beberapa sumber, diantaranya :

• Adanya perbedaan tujuan.
• Adanya perbedaan nilai ataupun prinsip.
• Adanya ketergantungan antar anggota dalam oganisasi.

Konflik-konflik ini bisa membuat organisasi dapat lebih maju atau bahkan hancur jika penanganannya tidak benar. Jika sudah terdapat perbedaan tujuan maka suatu organisasi tidak dapat bertahan lagi. Perlu dilakukan diskusi agar menyamakan tujuan yang satu dengan yang lain.
Jika ada konflik kita dapat mengatasinya dengan cara : 

• Menghindar
• Mengakomodasi
• Negosiasi
• memecahkan masalah atau kolaborasi 
• bersikap proaktif
• komunikasi
• keterbukaan
• cari tahu akar masalah
• adil. 

Cara - cara tersebut dapat kita terapkan dalam organisasi tetapi tidak semua konflik kita bisa atasi dengan cara menghindar, jika konflik semakin serius kita harus menyelesaikan masalah yang timbul tersebut.

Jadi konflik ini sangat penting dalam organisasi, dengan begitu organisasi menjadi maju. Karena konflik bukan hanya kita mendapatkan rugi tetapi juga banyak keuntungan yang kita dapat. Seperti organisasi semakin berkembang maju.

Resume Tugas Teori Organisaasi Umum (Kelompok 1)


Arti Penting Organisasi Dalam Masyarakat

Organisasi adalah suatu wadah atau tempat yang memungkinkan dapat masyarakat dapat meraih hasil yang belum bisa dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri. Individu tersebut memiliki tujuan yang jelas untuk masuk kedalam sebuah organisasi atau bisa kita bilang mereka mempunyai visi dan misi yang sama.

Organisasi dapat berjalan baik, jika :
1. Memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya.
2. Jelas keberadaan dan posisinya dalam masyarakat.
3. Memiliki kepengurusan dan juga susunan manajemen yang jelas dalam pembagian tugasnya.
4. Mengacu pada manajemen yang sehat.
Organisasi harus memiliki 4 faktor diatas jika ingin berjalan dengan baik.

Mungkin ada beberapa orang bertanya untuk apa sih organisasi? Untuk lebih mengerti organisasi bisa kita lihat dari peran organisasi itu sendiri, yaitu :
 Untuk menyalurkan berbagai aspirasi dari masyarakat
 Menyelesaikan masalah bersama-sama/secara berkelompok
 Dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih aktif

Didalam organisasi juga harus dilandasi dengan prinsip-prinsip, yaitu :
 Organisasi harus memiliki tujuan yang jelas.
 Harus mempunyai kepemimpinan.
 Adanya pembagian pekerjaan atau tugas
 Memiliki tanggung jawab.

Seperti pengertian diatas dalam berorganisasi harus memiliki tujuan yang jelas, untuk apa kita berorganisasi jika tidak ada tujuan dan alasan yang jelas. Kebanyakan orang berorganisasi yang saya liat adalah untuk mencari pengalaman. Ada juga untuk bersosialisasi dan mungkin ada tujuan lain yang dianggap penting. Oleh karena itu dapat kita lihat bahawa organisasi adalah tempat untuk mencapai suatu tujuan.

Jumat, 10 Oktober 2014

Makalah Kelompok 3

Resume Tugas Teori Organisaasi Umum (Kelompok 3)


 PROSES YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

Dalam Sebuah organisasi pasti akan ada yang namanya pengambilan keputusan, sebenarnya apa sih itu keputusan? Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Secara umum jenis pengambilan keputusan dapat dikategorikan dalam dua  bentuk, yaitu keputusan terprogram dan tidak terprogram.

Dalam suatu pengambilan keputusan ada factor-faktor yang mempengaruhi dalam organisasi tersebut, yaitu :

1.    Orang yang mempengaruhi
2.    Metode mempengaruhi
3.    Orang yang di pengaruhi

Metode untuk mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu :
1. Kekuatan fisik, metode ini dilakukan menggunakan fisik, seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (berhubungan dengan kekerasan).
2. Penggunaan sanksi, metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi kepada individu maupun kelompok, sanksi yang diberikan berupa sanksi positif maupun negatif.
3. Keahlian, metode ini dilakukan dengan keahlian, seseorang yang mempengaruhi mempunyai keahlian dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.
4. Kharisma (daya tarik), dapat dikatakan metode ini merupakan metode yang cukup baik dan tidak setiap individu memilikinya. Pada metode ini seseorang yang dipengaruhi akan tertarik kepada orang yang mempengaruhi, karena orang tersebut memiliki kharisma tanpa harus menggunakan kekuatan fisik, sanksi maupun keahlian.

Pengaruh keputusan itu dapat mencakup hubungan-hubungan :

Ø  Antara perseorangan
Ø  Kelompok dengan seseorang
Ø  Seseorang dengan kelompok

Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan dibagi menjadi 2, yaitu :
1.    Rasional
2.    Intusi

Untuk pengambilan keputusan ini lebih efektif menggunakan cara Rasional, Karena ada langkah-langkah untuk pengambilan keputusannya. Setelah tau masalah dengan jelas maka dicari solusi dan alternative. Juga harus dilakukan evaluasi apakah alternative tersebut sudah benar atau tidak. Maka penyelesaian masalahpun jelas dan solusi yang didapat memuaskan. Beda dengan intuisi, pengambilan keputusan ini hanya melalui pengalaman saja, tidak melalui proses seperti rasional. Karena pengambilan keputusan ini harus dilakukan secara cepat maka digunakan cara pengambilan keputusan dengan intuisi.

Dalam pengambilan keputusan kita juga melihat kriteria-kriteria apa saja untuk hasil yang baik, kriteria tersebut diantaranya :
Ø  Kriteria Utilitarian : keputusan yang diambil bedasarkan hasil atau konsekuensi organisasi. Tujuan utilitariananisme ini cenderung mendominasi keputusan bisnis, seperti: efisiensi, produktivitas dan laba yang tinggi.
Ø   Kriteria yang menekankan pada hak : Kriteria ini mempersilahkan individu pada hak untuk mengambil keputusan yang konsisten dengan kebebasan dan keistimewaan mendasar, seperti hak keleluasan pribadi [privacy], kebebasan berbicara dan proses hak perlindungan.
Ø  Kriteria menekankan kepada keadilan : Kriteria ini mensyaratkan individu untuk mengenakan dan memperkuat aturan-aturan secara adil dan tidak berat sebelah, sehingga ada pembagiaan manfaat dan biaya yang pantas. Ketiga kriteria tersebut mempunyai keuntungan dan kewajibannya masing-masing dalam penerapannya.

Jadi Suatu organisasi dapat berjalan baik jika pemimpinnya memiliki kemampuan yang baik dalam mengelolah organisasi tersebut. Peran anggota juga sangat penting, oleh sebab itu pemimpin harus dapat memilih anggota yang dapat bekerjasama degan baik agar suasana menjadi lebih kondusif dan proses organisasi dan pengambilan keputusan dapat berjalan dengan lancar.