Suku asmat merupakan salah satu suku
di papua dan persebaran suku asmat di papua menyebar menjadi federasi/
pemerintahan dengan aturannya sendiri. Berbeda federasi/pemerintahan tetapi
tetap dalam satu rumpun asmat.
Di bawah ini adalah peta persebaran
suku asmat
Orang Asmat menganut prinsip
hubungan kekerabatan yang bersifat patrilineal.Patrilineal itu adalah adat
yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ayah akan tetapi dalam pola
tempat tinggal bisa saja seorang lelaki ikut dalam kelompok batih istrinya.
Batih itu adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak atau
keluarga inti. Keluarga-keluarga batih itu tergabung lagi dalam kelompok
keluarga luas patrilinial sampai kepada cikal bakal yang pertama beberapa tingkat
keatas Kelompok keluarga luas ini disebut yeu, dan bersama dengan yeu lainnya
membentuk federasi desa dan mendiami rumah komunal federasi yang disebut yeu
juga. Jadi sudah jelas bahwa suku asmat yang tersebar
ini adalah federasi keluarga yang tersebar di desa asmat.
A.Manusia Suku Asmat
Manusia suku asmat memiliki
ciri-ciri fisik berkulit hitam dan berambut keriting. Tubuhnya cukup tinggi
wanita sekitar 162 cm dan laki-laki sekitar 172 cm. Populasi suku Asmat terbagi
dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di
bagian pedalaman seperti persebaran federasi suku asmat diatas.
Kedua populasi ini saling
berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua
bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin
serta suku Simai tetapi seiring jalannya waktu
kelompok-kelompok tersebut tersebar menjadi beberapa federasi yang di sebabkan
perbedaan cara hidup, kebudayaan, dll.
Ada banyak pertentangan
di antara desa yang berbeda suku Asmat. Yang paling mengerikan adalah cara yang
dipakai Suku Asmat untuk membunuh musuhnya. Ketika musuh dibunuh, mayatnya
dibawa ke kampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk
untuk dimakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan
kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan.
Tapi sejak tahun 90-an suku ini
mulai belajar cara untuk becocok tanam dan kebutuhan pangan mereka itu
teralihkan menjadi beras dan ikan. Sebagian lagi sudah ada yang terbiasa
memakai pakaian atau bisa kita sebut "tidak primitif lagi". Kebutuhan
hidup mereka dengan menjual hasil kesenian ukiran kayu mereka yang unik. Tetapi
karena harganya yang rendah untuk tetap bertahan hidup biasanya mereka itu
berburu di hutan atau bernelayan mencari ikan di sungai. Perlu diketahuan
adalah makanan pokok suku asmat adalah sagu.
Hampir setiap hari mereka makan
sagu yang dibuat menjadi bulatan-bulatan yang dibakar dalam bara api. Kegemaran
lain adalah makan ulat sagu yang hidup dibatang pohon sagu, biasanya ulat sagu
dibungkus dengan daun nipah, ditaburi sagu dan dibakar dalam bara api. Selain
itu sayuran dan ikan bakar dijadikan pelengkap. Namun demikian yang
memprihatinkan adalah masalah sumber air bersih. Air tanah sulit didapat karena
wilayah mereka merupakan tanah berawa. Mereka terpaksa menggunakan air hujan dan
air rawa sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
B.Hakekat Manusia
Hakikat manusia adalah peran ataupun
fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Dapat dikatakan bahwa manusia
dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi
kualitas hidupnya di dunia. Begitu juga suku asmat kualitas hidup mereka terus
berkembang sebagai contoh dari mereka belum mengenal pakaian sekarang mereka
sudah mengenakan pakaian walupun mungkin tidak semua orang suku asmat
menggunakan pakaian modern ada juga yang masih tradisioanal. Yang menyebabkan
manusia itu berkembang sebagai berikut.
1.Perasaan intelektual
Perasaan yang bersangkutan dengan pikiran dalam menyelesaikan problem-problem yang dihadapi, dalam pemerintahan suku asmat mereka dapat menyelesaikan masalah sehingga mereka dapat berkembang seperti jika mereka mebutuhkan makanan mereka berburu atau bernelayan. Bahkan mereka berdagang atau membeli dari orang lain karena mereka mau menerima kebudayaan lainmasuk kedaerah mereka.Orang suku asmat berkembang layaknya manusia yang lain.
2.Perasaan estetis
Perasaan yang menyertai atau yang timbul karena
seseorang menghayati sesuatu yang indah atau tidak indah. Seperti suku asmat
yang terkenal dengan ukiran kayunya mereka membuat sesuatu yang indah bahkan
terkenal keluar daerah mereka.
3.Perasaan etis
Perasaan tentang baik-buruk, suku asmat sempat mengalami
pertetangan dengan mereka ada memakan daging manusia. Lama kelamaan
mereka sadar itu tidak baik maka mereka meninggalakan kebudayaan tersebut dan
menganti pangan mereka menajdi ikan dan sayur.
4.Perasaan diri
Perasaan
diri ini menyangkut harga diri manusia ada yang positif maupun negatif, semua
manusia mempunyai harga diri sebagai suatu manusia termasuk manusia suku asmat
dulu setiap musuh mereka atau ada orang yang masuk kedaerah mereka,mereka
langsung bunuh dan memakan daging mereka tetapi kerendahan hatipun lama
kelamaan muncul dan mereka mau menerima keberadaan orang dari luar dan
menyebabkan kebudyaan mereka berkembang.
5.Perasaan sosial
Perasaan mengikat antara individu
dengan manusia lain, yang menyebabkan berkehidupanbermasyarakat
seperti terbentuknya suatu suku itu membuktikan mereka hidup dalam suatu
kelompok atau masyarakat
6.Perasaan religi
Perasaan yang menyangkut ketuhanan, dalam suku asmat
berkembang kebudayaan religi masuknya agama karena orang asing
masuk kedalam lingkungan kebudayaan suku asmat sehingga mereka mengenal adanya
tuhan tidak menggunakan ritual-ritual lagi tapi sebagian orang suku asmat masih
banyak yang melakukan ritual.
C.Kepribadian Bangsa Timur
Di dunia bangsa timur dikenal
sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat..Pada umumnya kepribadian bangsa timur
adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih
sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Namun walaupun kita
sudah tahu banyak tentang kepribadian bangsa Timur kita tidak bisa selalu
beranggapan bahwa kebudayaan bangsa Timur lebih baik dari bangsa Barat. Karena
semua kebudayaan itu ada baik dan buruknya. Contoh kebudayaan timur hormat
dengan orang yang lebih tua, berpakaian sopan, dll.
D.Unsur-unsur Kebudayaan
1.Sistem Politik
Sistem kepemimpinan lebih ditekankan
pada kemampuan dan kewibawaan seorang lelaki yang mempunyai tubuh perkasa dan
memiliki banyak pengalaman dalam pertempuran. Jadi bisa dibilang makin hebat si
pemimpin makin di hormati dia.
Dalam kehidupan sosial politik
setiap kampung mempunyai seorang pemimpin adat yang disebut yeu iwir, dan
masing-masing federasi yeu mempunyai seorang pemimpin yang disebut tase wu.
Para pemimpin adat dibantu oleh sejumlah penasehat yang disebut arakamse wir,
yaitu orang-orang bijak yang kaya akan pengalaman.
2.Organisasi Sosial
Orang Asmat terbagi dalam beberapa
subkelompok suku bangsa yang timbul karena adanya federasi-federasi desa dalam
zaman peperangan antar kampung dan kelompok dulu. Federasi adat ini ditandai
oleh adanya kesamaan dialek dan simbol-simbol kesatuan sosial mitologis. Sub
kelompok tersebut antara lain : Unisirau, Bismam, Simai, Emai-Ducur,
Betch-Mbuo, Kaimo, Safan, Brazza, dan Joerat.
3.Sistem Religi
Masyarakat Asmat menganut
kepercayaan animisme-dinamisme. Sebelumnya saya jelaskan dulu apa itu animisme
dan dinamisme, Animisme itu adalah kepercayaan terhadap roh dan dinamisme
adalah masih percaya dengan ritual-ritual pemujaan dan bisa kita lihat disana
setiap orang dianggap mampu berhubungan dengan dunia roh yang mereka yakini.
Tokoh yang memimpin upacara keagamaan disebut arapak tor. Pusat kegiatan sosial
religiusnya berada dalam rumah yeu. Patung / ukir-ukiran suku Asmat merupakan
simbolisasi pemikiran mereka tentang kepercayaan mereka yang berorientasi pada
pemujaan roh, baik roh nenek moyang maupun roh-roh alam dan makhluk lain yang
dianggap ikut berpengaruh pada kehidupan manusia. Akan tetapi pada masa
sekarang, masyarakat Asmat sudah ada yang memeluk agama Katolik. Karena
masuknya budaya asing kedalam suku asmat sistem religinya pun ikut berkembang.
4.Kesenian-Kesenian
A. Rumah Tradisional
Disetiap kampung suku Asmat,
ditandai dengan adanya rumah ye, je atau yeu, yaitu rumah bujang yang dihuni
kaum laki-laki. Disekitarnya berdiri rumah-rumah keluarga batih yang dihuni
oleh kaum perempuan serta anak-anak yang masih diasuh ibunya. Rumah yeu
merupakan pusat kegiatan masyarakat Asmat. Rumah ini khusus dihuni kaum
laki-laki dewasa dan anak laki-laki yang sudah balikh.
B. Seni Ukir
Suku Asmat terkenal sebagai ahli ukir patung dan panil dari kayu. Patung tersebut digunakan untuk keperluan kegiatan keagamaan mereka.
Suku Asmat terkenal sebagai ahli ukir patung dan panil dari kayu. Patung tersebut digunakan untuk keperluan kegiatan keagamaan mereka.
E.WUJUD KEBUYAAN
1.Kompleks Aktivitas Suku asmat suka melakukan ritual-ritual karena mereka percaya kepada roh, dalam kegiatan sehari-hari mereka berburu dan bernelayan bersama untuk mendapatkan makanan.Mereka bergotong royong untuk kehidupan mereka.
2.Wujud Sebagai Benda Kebudayaan ukiran suku asmat sudah terkenal dan sangat indah serta rumah-rumah adat yang mereka tempati sangat menawan. Rumah-rumah tersebut berbeda-beda bentuk dan fungsi.
1.Kompleks Aktivitas Suku asmat suka melakukan ritual-ritual karena mereka percaya kepada roh, dalam kegiatan sehari-hari mereka berburu dan bernelayan bersama untuk mendapatkan makanan.Mereka bergotong royong untuk kehidupan mereka.
2.Wujud Sebagai Benda Kebudayaan ukiran suku asmat sudah terkenal dan sangat indah serta rumah-rumah adat yang mereka tempati sangat menawan. Rumah-rumah tersebut berbeda-beda bentuk dan fungsi.
F.ORIENTASI NILAI BUDAYA
Sistem kebudayaan suku asmat didasari oleh kebudayaan dimasa lalu mereka masih memegang teguh kebudayaan leluhur. Percaya kepada roh tetapi mereka tidak menutup budaya lain masuk mereka masih mau menerima dengan baik kebudayaan lain dengan rendah hati.
G.PERUBAHAN BUDAYA
Perubahan kebudayaan jelas terjadi
dengan masuknya kebudayaan luar agama mereka pun makin berkembang dan baju yang
modern mulai masuk,mereka mulai memakainya. Mereka juga mulai mengenal cara
bercocok tanam dan bernelayan.
H.KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Sudah jelas kaitan manusia dengan
kebudayaan sangat erat karena manusia menyesuaikan dengan keadaan lingkungan
dan kebudayaan saat ini suku asmat mau menerima kebudayaan lain dengan terbuka
sehingga kebudayaan mereka dapat berkembang dan tidak melupakan budaya para
leluhur mereka. Mereka berkembang ke jalan yang lebih baik.
Sumber :
. 4. Hidayah, Zulyani. 1999. Ensiklopedi
Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

0 komentar:
Posting Komentar